Infografis
Hasil Pengawasan Resistensi Antimikroba (AMR) oleh Balai POM di Jambi Triwulan II Tahun 2026
Hasil Pengawasan Persentase Apotek yang menyerahkan Antibiotik tanpa resep dokter yaitu sebesar 59,09 %. Jenis antibiotik yang paling sering diserahkan tanpa resep dokter pada pengawasan Balai POM di Jambi pada Triwulan II tahun 2026 yaitu Amoxicillin , Ciprofloxacin dan Cefadroxil. Hasil Pengawasan ini menunjukan masih diperlukan perhatian dan komitmen tenaga kesehatan dalam mendukung penggunaan antimikroba yang aman, tepat dan sesuai ketentuan sebagai bagian dari upaya mencegah dan mengendalikan terjadinya resistensi antimikroba (AMR).
Hasil Pengawasan Resistensi Antimikroba (AMR) oleh Balai POM di Jambi Triwulan I Tahun 2026
Hasil Pengawasan Pengendalian Resistansi Antimikroba (AMR) Triwulan I Tahun 2026 Balai POM di Jambi, menunjukan masih ada apotek yang menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter dengan persentase 37,50%. Zat aktif antibiotik yang paling sering diserahkan tanpa resep dokter yaitu amoxicilin dan Cefixime. Hasil pengawasan ini menjadi dasar untuk mendorong kepatuhan apotek dalam penyerahan antibiotik sesuai ketentuan dan melindungi masyarakat dari ancaman resistensi antimikroba.
Layanan Publik
Layanan Publik
Hasil Pengawasan Resistensi Antimikroba (AMR) oleh Balai POM di Jambi sepanjang tahun 2025.
Balai POM di Jambi selalu melakukan pengawasan dan pembinaan diapotek dalam menjaga penggunaan antibiotik yang tepat dan bertanggungjawab guna mencegah terjadinya resistensi yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Antibiotik hanya boleh digunakan dengan resep dokter, Jangan sembarangan mengkonsumsi antibiotik ya..!
Hasil Pengawasan AMR Tahun 2025