JAMBI – Kepala Balai POM di Jambi, Agus Riyanto, melaksanakan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Korem 042/Garuda Putih, Kamis (10/9/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara Balai POM di Jambi dengan Korem 042/Garuda Putih dalam mendukung perlindungan masyarakat, khususnya melalui pengawasan keamanan obat dan makanan di wilayah Provinsi Jambi.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya pengawasan obat dan makanan sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan nasional. Peredaran obat ilegal, obat palsu, obat keras tanpa kewenangan, pangan berisiko, kosmetik ilegal, serta penyalahgunaan obat dan bahan berbahaya menjadi tantangan yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Terlebih, perkembangan perdagangan melalui marketplace, media sosial, jalur distribusi antardaerah, dan berbagai bentuk perdagangan ilegal menuntut penguatan deteksi dini serta respons yang cepat dan terkoordinasi.
Balai POM di Jambi memiliki kompetensi teknis dan regulatori dalam melaksanakan pengawasan obat dan makanan, mulai dari pengawasan sebelum dan selama produk beredar, pengujian laboratorium, pembinaan pelaku usaha, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), hingga penyidikan dan penindakan melalui PPNS sesuai kewenangannya. Sementara itu, Korem 042/Garuda Putih memiliki kekuatan pada jaringan kewilayahan, pembinaan teritorial, kedekatan dengan masyarakat, serta jejaring komunikasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Kolaborasi kedua institusi diharapkan dapat mengoptimalkan kekuatan dan kompetensi masing-masing tanpa terjadi tumpang tindih kewenangan.
Salah satu bentuk sinergi yang dibahas adalah penguatan pertukaran informasi dan deteksi dini terhadap dugaan peredaran obat dan makanan ilegal maupun produk yang berpotensi membahayakan masyarakat. Korem 042/Garuda Putih melalui jejaring kewilayahannya dapat mendukung penyampaian informasi mengenai kondisi atau wilayah yang memerlukan perhatian pengawasan, sedangkan Balai POM di Jambi akan menindaklanjuti informasi tersebut sesuai tugas, fungsi, kewenangan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sinergi juga dapat diperluas melalui edukasi kepada personel TNI, keluarga besar TNI, serta masyarakat binaan di wilayah yang sulit dijangkau oleh Balai POM.
Selain pengawasan obat ilegal, pembahasan diarahkan pada penguatan keamanan pangan dan pemberdayaan UMKM binaan TNI. Keamanan pangan dipandang sebagai bagian penting dari ketahanan pangan, termasuk dalam pengawasan pangan berisiko, pangan kedaluwarsa, pangan tanpa izin edar, pangan yang mengandung bahan berbahaya, serta pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Kolaborasi juga dapat diwujudkan melalui identifikasi UMKM pangan binaan, pendampingan legalitas, edukasi keamanan pangan, pembinaan label, serta fasilitasi pemenuhan persyaratan izin edar sesuai kategori produk.
Kunjungan koordinasi ini diharapkan tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih konkret antara Balai POM di Jambi dan Korem 042/Garuda Putih. Sebagai tindak lanjut, kedua pihak dapat mengembangkan quick wins berupa KIE obat dan makanan bagi personel Korem dan Persit, pembentukan PIC atau kanal komunikasi untuk pertukaran informasi secara cepat, serta pelaksanaan kegiatan edukasi obat dan makanan aman bagi masyarakat binaan TNI. Melalui sinergi kompetensi teknis Balai POM dan kekuatan kewilayahan Korem, diharapkan terbentuk sistem kewaspadaan yang semakin kuat sehingga masyarakat Jambi terlindungi dari obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan.