JAMBI - Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Jambi baru saja menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk meningkatkan kompetensi penguji laboratorium mereka. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, dari tanggal 15 hingga 19 September 2025, ini berfokus pada analisis potensi antibiotik dan penetapan kadar vitamin A pada suplemen kesehatan.
Perkuat Fungsi Laboratorium sebagai "Pusat Bukti Ilmiah"
Kepala Balai POM di Jambi, Musthofa Anwari, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran laboratorium sebagai "center of evidence" atau pusat bukti ilmiah. Menurutnya, data yang dihasilkan oleh laboratorium sangat krusial untuk mendukung keputusan regulasi, terutama dalam menghadapi isu kesehatan global seperti ancaman resistensi antimikroba.
Bimtek ini menghadirkan narasumber ahli dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN), yaitu Dra. Sitoresmi Triwibowo dan Rohmania, S.Farm., Apt. Para peserta, yang terdiri dari seluruh personel pengujian laboratorium Balai POM Jambi, menerima materi teori pada hari pertama, dilanjutkan dengan praktik langsung di laboratorium, serta sesi diskusi dan pembahasan hasil.
Musthofa berharap, melalui kegiatan ini, para penguji dapat menguasai metode analisis terkini untuk menghasilkan data yang lebih akurat. Hal ini menjadi salah satu upaya Balai POM Jambi untuk terus meningkatkan penguasaan teknologi analisis.
Kegiatan ditutup secara resmi oleh Fuani Farid, S.Farm., Apt., yang mewakili Kepala Balai POM. Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan secara maksimal demi meningkatkan mutu pengawasan obat dan makanan serta memberikan kontribusi nyata dalam melindungi kesehatan masyarakat. (bk)