Jambi, 29/08/2025), Balai POM di Jambi memfasilitasi pengembangan kompetensi pegawainya untuk meningkatkan kemampuan pegawai terkait metode pengujian terbaru. Tren dan inovasi di bidang makanan sangat cepat bergeser dalam waktu yang sangat singkat. Produsen terus berinovasi meningkatkan daya tarik produk pangan untuk menarik konsumen. Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan daya tarik konsumen adalah dengan memberikan tampilan warna yang cerah dan menarik pada produk makanan untuk meningkatkan sifat sensorisnya. Berbagai jenis pewarna digunakan dalam produk pangan, baik pewarna alami maupun sintetis. Sebagian besar pewarna sintetis aman dikonsumsi selama dalam batas maksimal yang dipersyaratkan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, Badan POM melakukan pengawasan dengan melakukan pengujian penetapan kadar pewarna pada produk pangan. Untuk meningkatkan kemampuan tim pengujian untuk melakukan pengujian penetapan kadar pewarna, makan Balai POM di Jambi melaksanakan program bimbingan teknis.
Program bimbingan teknis ini bertujuan untuk menyiapkan tim pengujian yang kompeten, memahami metode pengujian Penetapan Kadar Simultan Pewarna secara KCKT, serta mampu melakukan verifikasi dan pengujian secara mandiri dan akurat. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai POM di Jambi dan dilaksanakan selama lima hari yaitu pada tanggal 25-29 Agustus 2025 di Laboratorium Pengujian Kimia Pangan Balai POM di Jambi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Personel pengujian Kimia Pangan Balai POM di Jambi dan 1 orang Personel Pengujian Kimia Pangan Balai POM di Bengkulu. Kegiatan ini terdiri dari kegiatan di dalam kelas berupa penyampaian materi dan kegiatan praktikum di laboratorium untuk melatih keterampilan pegawai. Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber Dilin Nataningtyas dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional.
Materi yang disampaikan oleh narasumber pada hari pertama yaitu terkait Penetapan Kadar Simultan Pewarna pada Produk Susu secara KCKT. Hari kedua dilanjutkan dengan Praktikum Penetapan Kadar Simultan Pewarna pada Produk Susu secara KCKT di Laboratorium yang diikuti oleh seluruh peserta pelatihan. Hari ketiga dilanjutkan dengan Praktikum Penetapan Kadar Migrasi Melamin pada Kemasan Pangan Melamin secara KCKT di Laboratorium yang diikuti oleh seluruh peserta pelatihan. Hari keempat dilanjutkan dengan mengolah data hasil praktikum dan presentasi hasil praktikum. Hari terakhir dilanjutkan dengan evaluasi hasil pelatihan guna mengukur peningkatan kompetensi setelah dilakukan pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dengan antusias dalam penerimaan materi, praktikum dan berdiskusi terkait kendala dan pemecahan masalah yang dihadapi (Arc).