Jambi (29/10/2025) — Balai Pengawas Obat dan Makanan di Jambi menerima visitasi oleh Komisi Informasi Provinsi Jambi dalam rangka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) PPID Tahun 2025. Kegiatan ini bertempat di Balai POM di Jambi dan dibuka langsung oleh Kepala Balai POM di Jambi, Musthofa Anwari, S.Si., Apt., yang sekaligus memaparkan presentasi mengenai pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik dan inovasi layanan PPID Balai POM di Jambi. BPOM di Jambi berkomitmen untuk dapat mengoptimalkan pelayanan informasi publik dengan menyediakan informasi yang cepat dan tepat waktu sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi publik. Musthofa menyebut, Balai POM di Jambi melalui PPID terus berinovasi dan membuka akses yang seluas-luasnya dalam penyediaan data dan informasi kepada masyarakat
Dalam paparannya, Musthofa menjelaskan bahwa pelaksanaan layanan informasi publik di Balai POM di Jambi berlandaskan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta Peraturan BPOM No. 33 Tahun 2022 tentang Standar Layanan Informasi Publik, yang kemudian ditindaklanjuti melalui pembentukan Tim PPID Pelaksana Balai POM di Jambi Tahun 2025.
Sebagai bentuk komitmen keterbukaan dan profesionalisme layanan, BPOM di Jambi juga mengembangkan sejumlah inovasi digital, di antaranya:
- PUNGGAWA (Pelayanan Unggulan WhatsApp 24 Jam)
- SIPELAMBAN (Sistem Informasi Pelayanan Pelanggan)
- GO MOBLING (Gerakan Mobil Laboratorium Keliling)
- GAPU (Gerakan Asistensi Pelaku Usaha)
Berbagai inovasi tersebut dirancang untuk memperluas akses informasi publik, mempercepat layanan, serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, media, dan lembaga terkait.
Ketua Komisi Informasi Provinsi Jambi, Ahmad Taufiq Helmi, S.P., M.Sos, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen BPOM di Jambi dalam menerapkan prinsip transparansi dan keterbukaan, terutama dalam penyediaan informasi cepat terkait public warning obat dan makanan.
Ke depan, Balai POM di Jambi berkomitmen untuk terus memperkuat keterbukaan informasi publik, menghadirkan layanan yang informatif, inklusif, dan berintegritas, serta menargetkan predikat Badan Publik Informatif dalam Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025.