Jambi, 14 Juli 2025 — Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jambi menyelenggarakan kegiatan Goes to BPOM bersama Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Sebanyak 23 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai peran BPOM dalam pengawasan obat dan makanan.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Arfan, S.Th.I., M.Soc.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari BPOM di Jambi. Ia menilai kegiatan ini sebagai sarana penting dalam meningkatkan wawasan dan kompetensi mahasiswa, serta memperkuat kerja sama yang selama ini telah terjalin melalui program magang. Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang nyata bagi kedua belah pihak.
Kepala BPOM di Jambi, Musthofa Anwari, S.Si., Apt., dalam sambutannya menjelaskan bahwa BPOM memiliki mandat sesuai Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017, yaitu menyelenggarakan pengawasan terhadap produk yang dikonsumsi masyarakat, seperti obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan olahan. Pengawasan dilakukan dalam dua tahap, yakni pre-market dan post-market, untuk memastikan mutu dan keamanan produk yang beredar. Ia juga menambahkan bahwa BPOM memiliki kewenangan menerbitkan izin edar, melakukan patroli siber, serta penyidikan terhadap pelanggaran hukum terkait obat dan makanan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi informasi, tetapi juga membentuk kesadaran dan kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pengawasan obat dan makanan. Ia berharap mahasiswa dapat membawa pulang perspektif baru serta semangat untuk terus belajar, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, khususnya dalam upaya perlindungan kesehatan publik.
Materi teknis disampaikan oleh Armeiny Romita, S.Si., Apt., Ketua Tim Pengujian Pangan. Ia memaparkan profil dan struktur organisasi BPOM, dasar hukum, wilayah kerja, serta fungsi teknis seperti inspeksi fasilitas produksi dan distribusi, sertifikasi, pengujian laboratorium, pemantauan label dan iklan, hingga pengelolaan pengaduan masyarakat. Peserta juga dikenalkan pada inovasi unggulan BPOM Jambi, yaitu SIPELAMBAN (Sistem Informasi Pelayanan bagi Pelanggan), yang mempermudah akses publik terhadap informasi parameter uji laboratorium secara daring.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke laboratorium pengujian pangan dan obat, serta ruang pelayanan publik BPOM di Jambi. Mahasiswa berkesempatan melihat langsung proses layanan dan pengujian mutu produk yang dilakukan oleh BPOM.
Melalui program ini, BPOM di Jambi berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada mahasiswa mengenai sistem pengawasan obat dan makanan, serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat.