BPOM di Jambi Gelar Bimtek Keamanan Pangan Bagi Komunitas di Desa Sungai Buluh Kabupaten Batanghari

26-06-2025 Umum Dilihat 202 kali

Jambi, 26 Juni 2025 – Balai POM di Jambi menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Komunitas Desa Pangan Aman di Desa Sungai Buluh, Kabupaten Batanghari. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat seperti ibu rumah tangga, guru, penjaja kantin, pelaku usaha pangan siap saji dan ritel, serta pengusaha pangan rumah tangga (IRTP).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Sungai Buluh, Budi Hartanto, S.Pd.I., Gr, yang menyampaikan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari bimtek sebelumnya dan Desa Sungai Buluh ditetapkan sebagai pilot project MBG (Makan Bergizi Gratis), bersama Desa Aro yang lebih dulu menerapkan program tersebut. “Meski sempat ada kendala terkait sumber dana untuk MBG, kami tetap berkomitmen agar program ini berjalan lancar. Kami ucapkan terimakasih kepada BPOM di Jambi yang telah hadir langsung untuk mendukung pengolahan pangan yang aman, dengan pemaparan materi oleh kader yang telah dilatih sebelumnya,” ujarnya.

Ketua Tim Infokom BPOM di Jambi, Tutut Ropyanti Citra, S.Farm., Apt., dalam sambutannya menegaskan bahwa pentingnya pengetahuan tentang keamanan pangan tidak bisa diabaikan. “Pengolahan makanan yang tidak sesuai dapat menyebabkan keracunan pangan. Melalui kader terlatih, kami berharap masyarakat tidak hanya mampu mengolah pangan dengan aman, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kader akan berperan aktif dalam mengawasi proses produksi MBG. Untuk informasi lebih lanjut terkait pangan yang aman dan informasi obat dan makanan lainnya, masyarakat juga dapat menghubungi BPOM melalui WhatsApp 24 jam atau media sosial resmi.

Materi bimtek disampaikan oleh Kader Keamanan Pangan Desa yang telah dibina melalui program Bimtek Kader oleh BPOM di Jambi. Materi yang diberikan mencakup pentingnya keamanan pangan, pencegahan stunting, dan bahaya intoleransi serta keracunan pangan.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung pemberdayaan komunitas desa agar mandiri dan sadar akan pentingnya keamanan pangan demi kesehatan bersama

Sarana