BPOM di Jambi Lakukan Pengawalan Sekolah Intervensi 2024 untuk Keberlanjutan Program Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan

29-09-2025 Balai Besar/Balai POM Dilihat 172 kali

Jambi, 29 September 2025 – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jambi kembali menguatkan komitmen pembudayaan keamanan pangan di sekolah melalui kegiatan Pengawalan Sekolah yang Sudah Diintervensi. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring via Zoom Pada Senin, 29 September 2025, dengan melibatkan 9 sekolah intervensi tahun 2024 di Kabupaten Sarolangun dan 8 sekolah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Acara dibuka oleh  Kepala BPOM di Jambi , Musthofa Anwari, S.Si., Apt. yang menekankan bahwa komunitas sekolah harus berperan aktif dalam menjaga keamanan pangan. Program ini, menurut beliau, bukan hanya kegiatan sesaat, tetapi perlu pengawalan agar berkelanjutan. “Tujuan kita memastikan program tetap berjalan, tindak lanjut rencana aksi dapat dipantau, kader keamanan pangan tetap kompeten, serta masalah-masalah yang muncul di sekolah bisa segera diatasi dengan solusi konkret,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, sekolah mendapatkan update informasi keamanan pangan, termasuk materi terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sangat erat kaitannya dengan keberhasilan keamanan pangan di sekolah. Hal ini penting karena keamanan pangan berkontribusi langsung terhadap kesehatan siswa dan efektivitas program pemerintah di bidang gizi. Materi juga menekankan prosedur penting keamanan pangan, termasuk pengawasan pada makanan yang didistribusikan, larangan membawa pulang makanan sisa karena berisiko tinggi menimbulkan keracunan, serta pentingnya tahap uji organoleptik sebagai titik kritis pencegahan.

Dalam sesi materi, Ketua Tim Infokom, Febriany Martiana Nasel, S.Si., Apt., M.A.B menyampaikan hasil monev pelaksanaan rencana aksi di sekolah. Kader Keamanan yang hadir diminta untuk menyampaikan kendala serta sharing pengalaman selama pelaksanaan program. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih adanya siswa yang membawa jajanan tidak sehat dari rumah sehingga perlunya penguatan edukasi dan informasi keamanan pangan kepada orangtua sehingga bisa mengontrol apa yang dibawa anak di sekolah. Beberapa sekolah telah berhasil mengintegrasikan program keamanan pangan dengan kegiatan UKS dan PMR. Terkait keberlanjutan program keamanan pangan dan pelaksanaan MBG, BPOM memberikan arahan agar sekolah memperkuat komunikasi dengan orang tua, memastikan makanan dikonsumsi dalam zona waktu aman (maksimal 4 jam setelah dimasak), serta mengutamakan edukasi gizi dan PHBS yang disisipkan dalam pembelajaran. Diharapkan program pembudaayan keaamanan pangan di sekolah terus berlanjut dengan terus menambah jumlah kader, membuat dan melaksanakan rencana aksi setiap tahunnya.

Program SAPA SEKOLAH ini sejalan dengan roadmap keamanan pangan nasional yang menargetkan sekolah-sekolah menjadi komunitas mandiri dalam membudayakan keamanan pangan. Harapannya, sekolah di Sarolangun dan Tanjab Barat yang telah diintervensi pada 2024 dapat menjadi model berkelanjutan dalam menjaga kualitas pangan di lingkungan pendidikan.

BPOM di Jambi menegaskan bahwa keamanan pangan sekolah adalah fondasi penting dalam membentuk generasi sehat, cerdas, dan berkarakter. Melalui pengawalan ini, sekolah diharapkan terus bersinergi membangun budaya keamanan pangan dengan melibatkan seluruh komunitas sekolah, kader senior maupun junior, serta dukungan penuh dari orang tua dan masyarakat.

Sarana