Balai Pengawas Obat dan Makanan BPOM di Jambi melaksanakan kegiatan penyerahan sertifikat Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan kepada desa, sekolah, dan pasar intervensi di Kabupaten Batang Hari. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Koperasi dan UKM, UPTD Pasar, para kepala desa dan lurah, serta kepala sekolah dari lokasi intervensi. Melalui program ini, BPOM di Jambi telah melaksanakan intervensi keamanan pangan di Pasar Kramat Tinggi, Melaksanakan Program SAPA Sekolah di 10 sekolah intervensi—yang terdiri dari 4 SD, 2 SMP, dan 4 SMA, serta kegiatan Desa Pangan Aman di tiga desa, yaitu Desa Aro, Desa Sungai Buluh, dan Kelurahan Jembatan Mas..
Kepala Balai POM di Jambi, Musthofa Anwari, S.Si., Apt., dalam sambutannya menegaskan bahwa program keamanan pangan merupakan bagian penting dari perlindungan konsumen dan upaya nasional dalam mengurangi risiko kesehatan masyarakat, termasuk mendukung percepatan penurunan stunting. Ia menyampaikan bahwa pangan yang aman, bermutu, dan bebas dari bahan berbahaya merupakan hak masyarakat, dan keberhasilan intervensi keamanan pangan sangat ditentukan oleh komitmen lintas sektor serta peran aktif komunitas desa, pasar, dan sekolah.
Lebih lanjut, Kepala Balai POM di Jambi menegaskan komitmen BPOM untuk terus melakukan pendampingan, advokasi, dan penguatan pengawasan keamanan pangan bersama pemerintah daerah. Melalui sinergi antara BPOM dan pemerintah daerah, diharapkan desa, sekolah, dan pasar intervensi dapat menjadi pilot project keamanan pangan yang dapat direplikasi di wilayah lainnya di Kabupaten Batang Hari. Tahapan kegiatan Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan di Kabupaten Batang Hari dilaksanakan secara terpadu pada desa, pasar, dan sekolah. Untuk desa, BPOM di Jambi melakukan advokasi kelembagaan, diikuti bimbingan teknis bagi kader desa dan bimtek komunitas untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pangan aman. Pada pasar, kegiatan dimulai dengan advokasi lintas sektor, selanjutnya pembentukan dan pelatihan 20 kader pasar di Pasar Kramat Tinggi, serta pelaksanaan pengawasan pasar secara berkelanjutan. Sementara itu, pada sekolah, intervensi diawali melalui advokasi, dilanjutkan sosialisasi keamanan pangan kepada guru dan siswa, pembentukan kader keamanan pangan sekolah, serta monitoring dan sertifikasi sekolah yang telah mampu membudayakan keamanan pangan. Seluruh tahapan ini membentuk ekosistem keamanan pangan terpadu di tingkat desa, pasar, dan sekolah.
Sambutan sekaligus membuka acara disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari dr. Bebi Andihara. Dalam sambutannya, dr. Bebi Andihara menyampaikan apresiasi atas pendampingan BPOM di Jambi yang telah memberi kontribusi besar dalam peningkatan keamanan pangan masyarakat Batang Hari.
Ia menegaskan bahwa sertifikat yang diberikan BPOM adalah bukti nyata bahwa desa, sekolah, dan pasar intervensi telah menerapkan standar keamanan pangan secara sungguh-sungguh, bukan sekadar pemenuhan administrasi.
dr. Bebi menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari akan terus mendampingi dan memperkuat pengawasan keamanan pangan secara kolaboratif bersama BPOM di Jambi.
Setelah rangkaian sambutan dan pemaparan capaian program, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat keamanan pangan kepada perwakilan desa, pasar, dan sekolah yang menjadi lokus intervensi.