BPOM Jambi Kawal Keberlanjutan Program SAPA Sekolah di Kabupaten Batanghari

23-09-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 42 kali

Batanghari – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jambi melaksanakan kegiatan pengawalan terhadap sekolah yang sebelumnya telah mendapatkan intervensi Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SAPA Sekolah) di Kabupaten Batanghari, Selasa (23/09/2026).

Kegiatan pengawalan dilakukan terhadap 10 (sepuluh) sekolah yang diintervensi BPOM Jambi pada tahun sebelumnya, yaitu sekolah dari SDN 13, SDN 34, SDN 64, SDN 112, SMPN 2, SMPN 3, SMPM 17, SMPN 21, SMAN 1 dan SMAN 11 Kabupaten Batanghari. Pengawalan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan program keamanan pangan yang telah diberikan kepada sekolah dapat diterapkan secara mandiri, konsisten, dan berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sadar pangan aman serta mendorong tersedianya pangan jajanan yang memenuhi prinsip keamanan pangan bagi peserta didik

Dalam kegiatan tersebut, Tim BPOM Jambi melakukan koordinasi, diskusi, serta monitoring bersama pihak sekolah untuk melihat perkembangan pelaksanaan program SAPA Sekolah. Pemantauan juga mencakup tindak lanjut terhadap rencana program keamanan pangan yang telah disusun oleh tim keamanan pangan masing-masing sekolah, termasuk penyusunan dan implementasi rencana aksi SAPA Sekolah tahun 2026.

Ketua Tim Program SAPA Sekolah, Febriany Martiana Nasel, menekankan pentingnya komitmen pihak sekolah dalam menjaga keberlanjutan program “Kami berharap sekolah dapat terus mengimplementasikan prinsip-prinsip keamanan pangan sehingga dapat menjadi sekolah mandiri dalam penyediaan jajanan yang aman,” ungkap Febri.

Melalui kegiatan pengawalan ini, BPOM Jambi terus mendorong penguatan kapasitas dan kemandirian sekolah dalam menerapkan budaya keamanan pangan. Dengan adanya komitmen dan tindak lanjut yang berkelanjutan dari seluruh unsur sekolah, program SAPA Sekolah diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap intervensi, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan dan budaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pangan yang aman bagi komunitas sekolah.

Sarana