Batanghari, 22 April 2025 — Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jambi menggelar kegiatan advokasi lintas sektor dalam rangka penguatan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA) di Kabupaten Batanghari bertempat di ruang Pola Kabupaten Batanghari. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Batanghari H. Bachtiar, SP, Sekretaris Daerah, para kepala dinas terkait, perwakilan TP PKK, serta berbagai unsur lintas sektor. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara BPOM dan Pemerintah Daerah guna mewujudkan keamanan pangan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Balai POM di Jambi, Musthofa Anwari, S.Si., Apt. yang menyampaikan bahwa Program GERMAS SAPA terdiri dari tiga pilar utama, yaitu Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, dan Sekolah dengan PJAS Aman. Beliau menekankan pentingnya pengawasan pangan secara menyeluruh, baik sebelum maupun sesudah produk beredar di pasaran mengingat tantangan di era digital. “Perkembangan teknologi memudahkan masyarakat membeli produk pangan kapan saja dan di mana saja. Maka dari itu, masyarakat harus menjadi konsumen cerdas melalui prinsip CEK KLIK,” jelasnya.
BPOM Jambi mendorong pemerintah daerah untuk mengajukan DAK BPOM Tahun 2026 guna mendukung keberlanjutan dan replikasi program di wilayah lainnya. Selain berdampak pada penurunan penyakit akibat pangan tercemar, program ini juga mendorong pelaku usaha kecil dan mikro untuk menghasilkan produk pangan yang aman dan layak edar.
Kegiatan advokasi dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen lintas sektor sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah Batanghari terhadap program prioritas nasional ini.
Selanjutnya, dalam sambutan Wakil Bupati Batanghari, H. Bachtiar, SP menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program dan mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen bersama:
“Tentunya kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari, mengucapkan terima kasih atas komitmen kita bersama dalam mendukung program prioritas nasional yang dilaksanakan di Batanghari, mencakup 3 desa, 5 sekolah, dan 1 pasar. Kami berharap program ini menjadi tanggung jawab bersama dan mendorong terjalinnya komunikasi serta koordinasi yang lebih intensif dalam penyediaan bahan makanan dan pengelolaan industri pangan yang aman dan sehat, baik di lingkungan desa, sekolah, pasar, maupun masyarakat secara umum. Tujuan kita bersama adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang kuat dan cerdas di masa depan.”
Senada dengan itu, Kepala Badan Perencana dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Batanghari, A. Kurniadi, menyatakan bahwa advokasi ini berada di momen yang tepat sejalan dengan proses penyusunan RPJMD yang tengah berlangsung di Pemerintah Kabupaten Batanghari yang harus selaras dengan RPJMN serta visi Nasional Asta Cita. “Kami akan coba jabarkan dititik mana saja kami akan mengambil langkah mensukseskan program prioritas nasional ini Pemda berkomitmen mendukung program melalui sosialisasi lintas OPD, serta mendorong pemanfaatan Dana Desa (DD/ADD) untuk menyisipkan program pangan sehat, dengan melibatkan kader desa dan motivator Tangguh sebagai ujung tombak edukasi masyarakat.”