Sebagai bentuk komitmen Balai POM Di Jambi untuk ikut serta menjadi bagian dari Intervensi Serentak Pencegahan Stanting (ISPS) sebagaimana yang diamanatkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dalam peraturan tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menginisiasi gerakan Pengukuran dan ISPS secara berkelanjutan yang dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas program di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa. BPOM di Jambi bersama UNAJA dan BKKBN berkolaborasi melaksanakan kegiatan KIE cegah stunting pada remaja Pondok Pesantren As’Ad Kota Jambi (2/08/2024). Kegiatan ini juga merupakan wujud implementasi dari kerjasama antara BPOM di Jambi dan UNAJA untuk berkolaborasi melaksanakan kegiatan KIE Obat dan Makanan Aman.
Remaja adalah calon orang tua di masa yang akan datang. Mereka nantinya mempunyai peran besar dalam mewujudkan generasi-generasi berkualitas dimasa yang akan datang. Upaya yang paling tepat guna pencegahan stunting diawali dari kaum remaja. Stunting merupakan kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu, ditandai dengan tubuh pendek yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Balita stunting pada umumnya rentan terhadap penyakit, mempunyai kecerdasan yang di bawah normal serta produktivitasnya rendah. guna pencegahan stunting, hal pokok yang harus diperhatikan adalah gizi ibu hamil dan balita harus terpenuhi, sehingga tumbuh kembang anak dapat optimal dan terwujud balita yang sehat, balita yang mempunyai tingkat intelegensi yang baik.
. Dalam sambutannya, Ning Najla selaku perwakilan Pondok Pesantren As’Ad berharap agar setelah kegiatan ini, peserta dapat mulai belajar untuk menjaga keamanan pangan, bisa memilih mana makanan yang baik dan benar, sehingga bisa mencegah hal hal negatif terjadi dan menjaga standarisasi gizi pada pangan yang dikonsumsi.
Materi disampaikan oleh BKKBN Provinsi Jambi terkait Peran remaja dalam pencegahan stunting. Remaja sebagai calon orang tua terutama remaja putri harus mengkonsumsi pangan yang bergizi . Konsumsi gizi yang cukup dapat menghindari terjadinya anemia defisiensi besi yang dapat menjadi cikal bakal terjadinya stunting pada bayi yang dikandung nantinya. Perlu diperhatikan juga usia menikah yang ideal antara laki laki dan Perempuan yaitu laki – laki 25 tahun dan Perempuan 21 tahun.
Selanjutnya materi dari BPOM di Jambi disampaikan terkait kiat memilih pangan yang aman. Untuk memenuhi asupan gizi yang maksimal tentunya pangan yang dikonsumsi harus aman. Pangan yang tidak aman dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti diare yang dapat menggangu penyerapan zat gizi. Pilihlah pangan yang aman yaitu pangan yang bebas dari bahaya fisik, kimia, dan biologi.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu remaja pondok pesantren As’Ad Kota Jambi untuk sadar pangan yang aman dan konsumsi gizi seimbang untuk pencegahan stunting dimasa depan.